Prabowo Subianto

You are here:
Ratna Ani Lestari

Ratna Ani Lestari merupakan mantan politikus dan kepala daerah yang pernah menjabat sebagai Bupati Banyuwangi periode 2005–2010. Namanya tercatat dalam sejarah sebagai perempuan pertama sekaligus bupati pertama yang terpilih secara langsung di Kabupaten Banyuwangi setelah diberlakukannya sistem pemilihan kepala daerah secara langsung di Indonesia. Kiprahnya di pemerintahan banyak diwarnai berbagai terobosan di bidang pelayanan publik, meski juga tidak lepas dari dinamika politik yang cukup kompleks.

Meski lahir di Banten, Ratna Ani Lestari menghabiskan masa kecil hingga remajanya di Jawa Timur. Pendidikan dasar ditempuh di Kediri, kemudian melanjutkan sekolah menengah di Banyuwangi dan Bondowoso. Setelah itu, ia menempuh pendidikan tinggi di Bali dan menyelesaikan studi di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister di Universitas Udayana dan meraih gelar doktor dari Universitas Brawijaya.

Karier politik Ratna bermula ketika terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Jembrana dari PDI Perjuangan pada 2004. Setahun kemudian, ia mencalonkan diri sebagai Bupati Banyuwangi berpasangan dengan M. Yusuf Nuris. Meski tidak diusung partai besar, pasangan tersebut berhasil memenangkan Pilkada Banyuwangi 2005 dengan dukungan gabungan sejumlah partai politik nonparlemen. Kemenangan itu menjadikan Ratna sebagai bupati perempuan pertama di Banyuwangi sekaligus salah satu kepala daerah perempuan yang cukup menonjol pada masa awal pelaksanaan pilkada langsung. Selama memimpin Banyuwangi, Ratna memprioritaskan peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan. Pemerintahannya meluncurkan program pendidikan gratis sembilan tahun, memperluas layanan kesehatan masyarakat, serta meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan hingga ke wilayah pedesaan. Di sisi lain, masa kepemimpinannya juga diwarnai berbagai polemik politik, termasuk ketegangan dengan DPRD Banyuwangi dan aksi demonstrasi dari sejumlah kelompok masyarakat.

Setelah masa jabatannya berakhir pada 2010, Ratna sempat mengikuti proses hukum dalam kasus tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan masa kepemimpinannya. Ia menjalani hukuman penjara hingga bebas pada 2018. Seusai menyelesaikan proses hukum tersebut, Ratna memilih kembali beraktivitas di bidang akademik dan pendidikan sebagai dosen serta lebih jarang tampil dalam aktivitas politik praktis. Pada 2024, namanya kembali muncul dalam dinamika politik lokal dengan mengikuti penjaringan bakal calon kepala daerah di Banyuwangi.

Visi

Meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.
Mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.
Mewujudkan pemerintahan daerah yang lebih dekat dengan masyarakat.

Misi

Menyelenggarakan pendidikan dasar yang mudah diakses masyarakat.
Memperluas layanan kesehatan bagi warga Banyuwangi.
Mempercepat pembangunan infrastruktur desa.
Mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan daerah.

Riwayat Pendidikan

SD di Kediri, Jawa Timur.
SMP di Banyuwangi.
SMA di Bondowoso.
S-1 Ekonomi, Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar.
S-2 Manajemen, Universitas Udayana.
S-3, Universitas Brawijaya.

Riwayat Jabatan

Bupati Banyuwangi (2005–2010).