Ni Luh Puspa merupakan jurnalis, presenter televisi, dan pejabat publik yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia di Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Sebelum bergabung ke pemerintahan, ia dikenal luas sebagai presenter berita dan jurnalis televisi yang telah berkecimpung di dunia media selama lebih dari satu dekade. Pengalamannya meliput berbagai isu nasional menjadi bekal saat dipercaya membantu penyusunan kebijakan di sektor pariwisata Indonesia.
Ni Luh Puspa memiliki nama lengkap Ni Luh Enik Ermawati. Masa kecilnya diwarnai berbagai tantangan. Saat masih bayi, keluarganya mengikuti program transmigrasi ke Sulawesi. Beberapa tahun kemudian, ia kembali ke Bali dan tumbuh dalam asuhan kakek serta neneknya. Kondisi ekonomi keluarga membuatnya terbiasa bekerja sejak muda. Ia pernah menjadi asisten rumah tangga, sales, hingga cleaning service sebelum akhirnya meniti karier di dunia jurnalistik.
Perjalanan kariernya dimulai dari radio lokal di Makassar. Berkat ketekunan dan kemampuannya sebagai penyiar, Ni Luh kemudian bergabung dengan televisi lokal sebelum melanjutkan karier di Kompas TV pada 2018. Di stasiun televisi tersebut, ia dikenal sebagai presenter berbagai program berita dan dialog, termasuk program “NI LUH” yang membahas isu sosial, politik, budaya, hingga kebijakan publik. Gaya penyampaiannya yang lugas membuat namanya semakin dikenal masyarakat.
Pada Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Ni Luh Puspa sebagai Wakil Menteri Pariwisata mendampingi Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Penunjukan tersebut cukup menyita perhatian karena ia berasal dari kalangan profesional, bukan politikus. Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh berperan mendukung pengembangan destinasi wisata, promosi pariwisata Indonesia, peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata, serta penguatan ekonomi kreatif yang berkaitan dengan industri wisata.
Selain dikenal sebagai jurnalis, Ni Luh juga aktif mengangkat isu pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan pembangunan daerah melalui berbagai forum diskusi maupun tayangan televisi. Pengalamannya berinteraksi dengan berbagai kalangan masyarakat dinilai menjadi nilai tambah dalam menjalankan tugas di pemerintahan. Kiprahnya menunjukkan bahwa latar belakang media massa dapat menjadi modal penting dalam membangun komunikasi publik sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata nasional.
