Hj. Irna Narulita, S.E., M.M. merupakan politikus perempuan yang pernah menjabat sebagai Bupati Pandeglang, Banten, selama dua periode, yakni 2016–2021 dan 2021–2025. Ia lahir di Jakarta. Sebelum memimpin Kabupaten Pandeglang, Irna lebih dahulu berkiprah di tingkat nasional sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Perjalanan politiknya mencakup keterlibatan di lembaga legislatif dan pemerintahan daerah.
Irna Narulita menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Sukabumi Ilir 04 Pagi, kemudian melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 3 Jakarta dan SMA Negeri 65 Jakarta. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia mengambil bidang ekonomi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Supra. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister manajemen di Universitas Indonusa Esa Unggul dan menyelesaikannya pada tahun 2010. Latar pendidikan tersebut menjadi bagian dari bekal akademiknya sebelum menjalankan berbagai tanggung jawab di bidang politik dan pemerintahan.
Karier politik Irna Narulita di tingkat nasional dimulai ketika ia menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Banten I. Ia terpilih untuk periode 2009–2014 dan kembali memperoleh kursi pada Pemilu 2014. Namun, pada 2015, ia mengundurkan diri dari DPR RI untuk mengikuti Pemilihan Bupati Pandeglang. Dalam pemilihan tersebut, Irna berpasangan dengan Tanto Warsono Arban dan kemudian terpilih sebagai Bupati Pandeglang untuk periode 2016–2021.
Pada Pilkada 2020, Irna Narulita kembali mencalonkan diri bersama Tanto Warsono Arban dan terpilih untuk periode kedua, 2021–2025. Selama memimpin Pandeglang, arah pembangunan pemerintahannya mencakup peningkatan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik, investasi, serta pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian, perikanan, pariwisata, dan industri kecil menengah. Visi pembangunan yang digunakan pada periode tersebut adalah “Pandeglang Berkah, Berdaya Saing dan Sejahtera”. Setelah mengakhiri masa jabatan sebagai bupati pada Februari 2025, Irna melanjutkan aktivitas politiknya di tingkat provinsi. Pada Juni 2025, ia terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (PAN) Banten. Perubahan partai politik ini menjadi bagian dari perkembangan perjalanan politiknya setelah hampir satu dekade memimpin Kabupaten Pandeglang.
