Erzaldi Rosman Djohan merupakan pengusaha dan politikus Partai Gerindra yang pernah menjabat sebagai Gubernur Kepulauan Bangka Belitung periode 2017–2022. Pria kelahiran Pangkalpinang ini mengawali perjalanan kariernya melalui dunia usaha sebelum terjun ke politik dan pemerintahan. Namanya semakin dikenal setelah memimpin Kabupaten Bangka Tengah, kemudian melanjutkan kiprah di tingkat provinsi. Sebelum menjadi gubernur, Erzaldi menjabat sebagai Wakil Bupati Bangka Tengah pada 2005–2010. Ia kemudian terpilih sebagai Bupati Bangka Tengah untuk periode 2010–2015 dan kembali menjabat pada 2016–2017. Pengalaman memimpin kabupaten tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan politiknya. Pada Pilgub Kepulauan Bangka Belitung 2017, Erzaldi berpasangan dengan Abdul Fatah dan berhasil memenangkan pemilihan. Keduanya resmi memimpin provinsi itu mulai Mei 2017. Sebelumnya, Erzaldi juga sempat menjadi anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebelum masuk ke pemerintahan eksekutif.
Selama menjabat sebagai gubernur, Erzaldi Rosman Djohan mendorong pembangunan di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pariwisata, dan perekonomian daerah. Pengembangan sumber daya manusia juga menjadi bagian dari agenda pemerintahannya. Sebagai provinsi kepulauan, Bangka Belitung menghadapi kebutuhan pembangunan yang berkaitan dengan konektivitas antarwilayah dan pengembangan potensi ekonomi daerah. Erzaldi turut mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari upaya memperluas sumber pertumbuhan ekonomi di luar sektor pertambangan. Setelah tidak lagi menjabat gubernur pada 2022, Erzaldi tetap aktif dalam kegiatan politik dan sosial. Ia melanjutkan keterlibatannya di Partai Gerindra dan aktivitas yang berkaitan dengan pendidikan serta pemberdayaan masyarakat. Salah satunya melalui Rosman Djohan Institut yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pengembangan kapasitas generasi muda. Aktivitas tersebut melengkapi perjalanan Erzaldi yang sebelumnya banyak berkaitan dengan dunia usaha dan pemerintahan.
Erzaldi kembali mengikuti Pilkada Kepulauan Bangka Belitung 2024 bersama Yuri Kemal Fadlullah. Pasangan tersebut memperoleh suara lebih sedikit dibandingkan pasangan Hidayat Arsani dan Hellyana. Meski tidak kembali menduduki kursi gubernur, Erzaldi tetap tercatat sebagai figur dalam politik Bangka Belitung dengan pengalaman memimpin kabupaten dan provinsi. Latar belakang pendidikan Erzaldi mencakup bidang arsitektur, manajemen, dan ilmu pemerintahan. Perjalanan dari dunia usaha, legislatif, pemerintahan kabupaten, hingga pemerintahan provinsi menjadi bagian dari rekam jejaknya di Bangka Belitung.
