Budi Gunawan (lahir di Surakarta, 11 Desember 1959) adalah mantan perwira tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang memiliki rekam jejak panjang di berbagai posisi strategis penegakan hukum dan intelijen nasional.
Ia menempuh pendidikan ke-tingkatan tinggi dalam institusi kepolisian dan hukum: lulus Akademi Kepolisian Angkatan 1983, kemudian PTIK, SESPIM Polri, dan menyelesaikan gelar doktor di bidang Ilmu Hukum dari Universitas Trisakti dengan predikat summa cum laude. Kariernya melesat: mulai dari Kapolda Jambi, Kapolda Bali, Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdiklat), Wakapolri (2015-2016), lalu menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sejak 9 September 2016 hingga Oktober 2024. Pada Oktober 2024, ia diangkat sebagai Menko Polhukam oleh Presiden Prabowo Subianto untuk kabinet periode 2024-2029.
Dalam perannya di BIN, Budi Gunawan dikenal mendorong modernisasi lembaga intelijen—membentuk divisi khusus untuk intelijen siber dan biomedis serta mengedepankan pendekatan intelijen yang lebih terbuka dan responsif terhadap ancaman kontemporer.
Meski kariernya gemilang, ia juga menghadapi tantangan besar, termasuk isu hukum terkait akun mencurigakan (“rekening gendut”) yang sempat menyangkut dirinya pada 2015, namun kemudian dibatalkan praperadilannya
