Boy Rafli Amar

Komjen (Purn.) Boy Rafli Amar (lahir di Padang, Sumatera Barat, 25 Maret 1965) adalah seorang perwira tinggi purnawirawan Polri yang dikenal karena kiprahnya di bidang komunikasi publik, penanggulangan terorisme, dan pembinaan keamanan nasional. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988 dan dikenal luas sebagai figur polisi yang cerdas, komunikatif, dan berintegritas tinggi.

Di luar jabatan publik, Boy Rafli Amar dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan budaya, termasuk pembinaan olahraga bela diri serta kegiatan keagamaan. Ia juga sering diundang sebagai pembicara dalam forum nasional dan internasional terkait keamanan dan deradikalisasi. Sosoknya dikenal santun, nasionalis, dan komunikatif — mencerminkan perpaduan antara kepemimpinan tegas dan pendekatan persuasif.

Visi

Memperkuat ketahanan nasional melalui pendekatan deradikalisasi, moderasi beragama, dan pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang damai dan berkeadilan

Misi

  • Mengintegrasikan pendekatan keamanan, pendidikan, dan sosial dalam pencegahan terorisme.

  • Mengembangkan kontra-narasi digital melawan ekstremisme berbasis ideologi kekerasan.

  • Mendorong kolaborasi antar lembaga pemerintah, ormas, dan tokoh agama dalam menjaga persatuan bangsa.

  • Memperkuat kapasitas lembaga keamanan dengan teknologi dan riset intelijen modern.

  • Menanamkan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan sebagai benteng ideologis generasi muda.

Riwayat Pendidikan

  • Akademi Kepolisian (Akpol) – 1988

  • Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) – 1996

  • Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim) – 2004

  • Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri – 2012

  • Lemhannas RI – 2017

Riwayat Jabatan

  • Kabid Humas Polda Metro Jaya (2009–2010)

  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri (2010–2013)

  • Kepala Divisi Humas Polri (2016–2017)

  • Kapolda Banten (2017–2019)

  • Kapolda Papua (2019–2020)

  • Kepala BNPT (2020–2024)

  • Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Penanggulangan Terorisme & Ketahanan Sosial (2024–sekarang)