Aisyah Aminy merupakan salah satu tokoh perempuan paling berpengaruh dalam sejarah politik Indonesia. Namanya dikenal luas sebagai politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP), aktivis perempuan, advokat, dan anggota parlemen yang memiliki masa pengabdian panjang di DPR RI. Ketegasannya dalam menyuarakan aspirasi rakyat membuatnya dijuluki sebagai “Singa Betina Senayan” dan “Perempuan Baja dari Senayan”. Ia juga tercatat sebagai salah satu politisi perempuan yang membuka jalan bagi keterlibatan perempuan dalam politik nasional.
Sejak usia muda, ia telah terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan perjuangan kemerdekaan. Saat Agresi Militer Belanda II pada 1948, ia aktif dalam Palang Merah Indonesia (PMI) dan membantu perjuangan Republik di daerah pengungsian. Pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinannya yang dikenal tegas dan berani.
Setelah menyelesaikan pendidikan hukum di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Aisyah meniti karier sebagai advokat dan dosen. Aktivitas organisasinya juga sangat luas, mulai dari organisasi perempuan, organisasi Islam, hingga berbagai lembaga nasional. Kiprahnya di dunia politik semakin menonjol setelah bergabung dengan PPP pada masa penyederhanaan partai politik di era Orde Baru. Dari kader partai, ia kemudian dipercaya menjadi pengurus pusat dan berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI.
Di parlemen, Aisyah dikenal sebagai sosok vokal yang berani menyampaikan kritik maupun pandangan politiknya. Ia menjadi perempuan pertama yang menjabat Ketua Komisi I DPR RI, komisi yang membidangi pertahanan, keamanan, hubungan luar negeri, dan informasi. Jabatan tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah politik Indonesia karena pada masa itu bidang pertahanan dan keamanan masih didominasi oleh laki-laki.
Selama puluhan tahun di DPR dan MPR, Aisyah aktif memperjuangkan isu-isu perempuan, hak asasi manusia, pendidikan, serta penguatan demokrasi. Ia juga terlibat dalam berbagai proses penting menjelang era reformasi dan perubahan konstitusi Indonesia. Selain menjadi anggota DPR/MPR, ia pernah menjabat sebagai anggota Komnas HAM, anggota Komisi Fatwa MUI, serta aktif di berbagai organisasi perempuan nasional.
Pengabdian panjangnya kepada bangsa mendapat apresiasi dari negara melalui penganugerahan Bintang Jasa Utama pada tahun 2004. Hingga kini, Aisyah Aminy dikenang sebagai salah satu tokoh perempuan yang berani menembus dominasi laki-laki dalam dunia politik dan berhasil meninggalkan jejak penting dalam sejarah parlemen Indonesia.
