Adjeng Ratna Suminar merupakan salah satu politikus perempuan senior yang pernah mewarnai dinamika politik nasional melalui kiprahnya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Sosok yang lahir di Bandung ini dikenal memiliki latar belakang akademik yang kuat, pengalaman organisasi yang luas, serta perjalanan politik yang panjang di lingkungan Partai Demokrat sebelum kemudian bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).Karier politik Adjeng berkembang pesat ketika bergabung dengan Partai Demokrat. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat serta memegang sejumlah posisi strategis di tingkat pusat maupun daerah. Pengalamannya di partai mengantarkannya menjadi anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II pada periode 2009–2014. Selama berada di parlemen, ia bertugas di Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, hubungan luar negeri, komunikasi, informatika, dan intelijen. Ia juga pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI.
Di luar dunia politik, Adjeng aktif dalam berbagai organisasi sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan. Ia pernah menjadi Ketua Yayasan Adjeng Suharno yang bergerak di bidang pendidikan dan mendirikan sejumlah sekolah di Jawa Barat. Kegiatan sosial yang dijalankannya banyak berfokus pada peningkatan akses pendidikan serta pemberian bantuan bagi masyarakat kurang mampu. Selain itu, ia juga dikenal aktif memberikan advokasi terhadap tenaga kerja Indonesia yang menghadapi persoalan di luar negeri. Pada tahun 2020, Adjeng Ratna Suminar dikukuhkan sebagai guru besar di Sekolah Tinggi Agama Islam Swasta (STAIS) Lan Taboer. Pengukuhan tersebut semakin memperkuat reputasinya sebagai tokoh yang tidak hanya aktif di bidang politik, tetapi juga memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan dan pengembangan masyarakat.
Adjeng Ratna Suminar meninggal dunia pada 1 September 2021. Kepergiannya meninggalkan jejak pengabdian yang cukup panjang di bidang politik, pendidikan, dan kegiatan sosial. Bagi banyak pihak, ia dikenang sebagai figur perempuan yang berhasil memadukan peran sebagai akademisi, aktivis sosial, dan politisi dalam satu perjalanan hidup yang konsisten mengabdi kepada masyarakat.
