Lalu Muhamad Iqbal, M.Hub.Int., merupakan diplomat dan politikus Indonesia yang menjabat sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2025–2030. Ia dilantik bersama Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025. Sebelum terjun ke dunia politik daerah, Iqbal menghabiskan sebagian besar kariernya di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia sebagai diplomat yang menangani hubungan internasional dan perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri. Lalu Muhamad Iqbal lahir di Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Ia menempuh pendidikan dasar dan menengah pertama di Lombok Tengah, kemudian melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam, Solo, Jawa Tengah. Setelah itu, ia mengambil studi Hubungan Internasional di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan melanjutkan pendidikan magister Hubungan Internasional di Universitas Indonesia. Ia juga menyelesaikan pendidikan doktoral di bidang politik dan kajian strategis di Universitas Bucharest, Rumania.
Karier Iqbal sebagai diplomat dimulai pada 1998 setelah bergabung dengan Kementerian Luar Negeri. Ia pernah bertugas di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bucharest, Rumania, pada 2001–2005, serta menjalankan tugas di Wina, Austria, pada 2008–2012. Dalam perjalanan kariernya, ia juga dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis di Kementerian Luar Negeri, termasuk sebagai Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia pada 2016–2019. Pengalaman tersebut membuatnya terlibat dalam berbagai upaya perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri. Setelah bertahun-tahun berkarier di bidang diplomasi, Iqbal memasuki kontestasi politik daerah pada Pemilihan Kepala Daerah 2024. Ia berpasangan dengan Indah Dhamayanti Putri dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Pasangan tersebut kemudian ditetapkan sebagai pemenang dan memimpin provinsi itu untuk periode 2025–2030. Peralihan dari dunia diplomasi ke pemerintahan daerah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
Sebagai Gubernur NTB, Iqbal membawa visi pembangunan “NTB Makmur Mendunia”. Pemerintah provinsi menetapkan pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata sebagai isu prioritas. Pelaksanaan visi tersebut diarahkan melalui program pembangunan daerah yang diharapkan dapat memperkuat perekonomian, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperluas daya saing NTB di tingkat nasional dan internasional.
