John Tabo merupakan politikus Partai Golkar yang kini menjabat sebagai Gubernur Papua Pegunungan periode 2025–2030. Ia lahir di Tolikara, Papua. Sebelum memimpin provinsi yang baru terbentuk tersebut, John telah memiliki pengalaman panjang di pemerintahan dan politik daerah. Ia pernah menjadi anggota sekaligus pimpinan legislatif, serta memimpin dua kabupaten sebelum akhirnya dipercaya sebagai gubernur. Namanya juga tercatat dalam perjalanan pembentukan dan pemekaran Provinsi Papua Pegunungan. Perjalanan politik John dimulai ketika ia menjadi anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya. Pengalamannya di lembaga legislatif kemudian membawanya dipercaya sebagai Ketua DPRD Jayawijaya periode 1999–2004. Setelah pemekaran Kabupaten Tolikara, ia menjabat sebagai Ketua Sementara DPRD Tolikara pada 2004–2005. Tidak lama kemudian, John Tabo beralih ke pemerintahan eksekutif setelah terpilih sebagai Bupati Tolikara untuk periode 2005–2010. Jabatan tersebut menjadi pengalaman pertamanya memimpin pemerintahan kabupaten.
Setelah beberapa tahun di luar pemerintahan daerah, John Tabo kembali mengikuti kontestasi kepala daerah. Dalam Pilkada Mamberamo Raya 2020, ia terpilih sebagai bupati dan kemudian dilantik bersama Wakil Bupati Ever Mudumi pada September 2021. Selama memimpin Mamberamo Raya, John menjalankan pemerintahan hingga kemudian maju dalam Pilkada Papua Pegunungan 2024. Di lingkungan Partai Golkar, ia juga dipercaya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua Pegunungan. Pada Pilkada Papua Pegunungan 2024, John Tabo berpasangan dengan Ones Pahabol. Pasangan tersebut memperoleh dukungan dari sejumlah partai politik, termasuk Partai Golkar dan Partai Demokrat. Setelah seluruh tahapan pemilihan dan proses perselisihan hasil di Mahkamah Konstitusi selesai, John Tabo dan Ones Pahabol ditetapkan sebagai pasangan terpilih. Keduanya kemudian dilantik pada 17 April 2025 sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan definitif pertama.
Dalam menjalankan pemerintahan, John Tabo membawa visi Papua Pegunungan BERSINAR, yang merupakan singkatan dari Berdaya Saing, Religius, Sinergis, Inovatif, Nyaman, Aman, dan Raharja. Pemerintahannya juga mengedepankan pendekatan tiga tungku, yaitu adat, agama, dan pemerintah. Arah pembangunan tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, pengembangan ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta penguatan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat di Papua Pegunungan.
