Cen Sui Lan merupakan politikus Partai Golkar yang saat ini menjabat sebagai Bupati Natuna periode 2025–2030. Ia memiliki nama panggilan lain yaitu Aisyah. Ia bersama Jarmin Sidik memenangkan Pilkada Natuna 2024 dan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025. Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Cen Sui Lan (Aisyah) sebagai perempuan pertama yang memimpin Kabupaten Natuna.
Sebelum terjun ke politik nasional, ia cukup lama berkecimpung di dunia usaha dan organisasi di Kepulauan Riau. Ia pernah menjadi CEO PT Asmaya Buana Nusantara pada 2000–2020 serta menduduki sejumlah posisi komisaris utama di perusahaan yang bergerak di bidang properti, jasa, dan kesehatan. Pengalamannya di dunia usaha juga diikuti dengan keterlibatan dalam organisasi pariwisata dan dunia usaha, seperti ASITA dan Kadin Kepulauan Riau. Keterlibatan Cen Sui Lan dalam politik semakin terlihat melalui Partai Golkar. Ia aktif dalam struktur Golkar Kepulauan Riau sejak 2008 dan juga memiliki pengalaman panjang di organisasi kemasyarakatan MKGR. Pada 2020, ia masuk DPR RI sebagai anggota Pengganti Antarwaktu setelah menggantikan Ansar Ahmad yang mengundurkan diri untuk mengikuti Pilkada Kepulauan Riau. Cen kemudian bertugas di Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, perhubungan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, dan pembangunan daerah.
Selama menjadi anggota DPR, Cen Sui Lan banyak membawa isu pembangunan wilayah kepulauan dan perbatasan. Ia antara lain memperjuangkan pembangunan infrastruktur di Kepulauan Riau, termasuk akses jalan dan fasilitas air bersih. Dalam salah satu agenda kerja, ia mendorong pembangunan tahap awal estuari Temburun di Kepulauan Anambas untuk mendukung kebutuhan sumber air bersih. Sebagai Bupati Natuna, Cen Sui Lan membawa visi pembangunan yang menitikberatkan pada kemakmuran masyarakat, daya saing daerah, serta pelestarian budaya. Pemerintah Kabupaten Natuna kemudian menjabarkan arah tersebut melalui agenda pembangunan ekonomi maritim, pemerataan pembangunan dan konektivitas antarpulau, peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan berbasis teknologi, serta penguatan nilai keagamaan dan budaya setempat untuk keberlangsungan hidup masyarakat yang baik.
