Anne Ratna Mustika, yang akrab disapa Ambu Anne, merupakan politikus perempuan asal Jawa Barat yang pernah memimpin Kabupaten Purwakarta. Sebelum masuk ke dunia politik, Anne dikenal sebagai Mojang Kabupaten Purwakarta dan pernah mewakili daerah tersebut dalam Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat. Latar belakangnya yang dekat dengan budaya Sunda kemudian turut menjadi bagian dari perjalanan publiknya. Anne mulai terlibat dalam aktivitas politik dan pemerintahan daerah ketika mendampingi Dedi Mulyadi yang saat itu menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Ia kemudian menjadi anggota DPRD Kabupaten Purwakarta untuk periode 2014–2018. Karier politiknya berlanjut ketika mencalonkan diri sebagai Bupati Purwakarta pada Pilkada 2018 bersama Aming. Pasangan tersebut memenangkan pemilihan dan Anne dilantik pada 20 September 2018. Ia tercatat sebagai perempuan pertama yang menjabat Bupati Purwakarta.
Selama memimpin Purwakarta pada 2018–2023, Anne Ratna Mustika menjalankan berbagai agenda pemerintahan daerah sekaligus aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Purwakarta juga mencatat perhatiannya terhadap isu perempuan dan keluarga. Dalam sejumlah kegiatan publik, Anne menyampaikan pandangan mengenai pentingnya peran perempuan serta kontribusi ibu dalam keluarga dan masyarakat. Setelah masa jabatannya sebagai bupati berakhir pada September 2023, Anne kembali mengikuti kontestasi politik. Pada Pemilu 2024, ia maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Golkar untuk daerah pemilihan Jawa Barat 10 dan memperoleh 113.616 suara sehingga mendapatkan kursi. Namun, Anne kemudian mengundurkan diri dari posisi sebagai anggota DPRD Jabar terpilih karena kembali maju dalam Pilkada Purwakarta 2024 bersama Budi Hermawan. Pasangan tersebut akhirnya menempati posisi ketiga dalam pemilihan tersebut.
Di luar aktivitas politik, Anne memiliki latar pendidikan ekonomi. Ia menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di Cianjur sebelum melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi WIKARA Purwakarta dan memperoleh gelar sarjana pada 2016. Perjalanan Anne dari aktivitas budaya, organisasi, legislatif, hingga pemerintahan daerah membuat namanya cukup dikenal dalam dinamika politik Purwakarta, isu-isu perempuan dan keluarga di Jawa Barat.
