Baiq Diyah Ratu Ganefi merupakan politikus, pengusaha, dan tokoh perempuan asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI selama dua periode. Selain dikenal sebagai senator, ia juga aktif memperjuangkan pemberdayaan perempuan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pelestarian industri kerajinan khas NTB. Kiprahnya di dunia politik berjalan seiring dengan aktivitasnya sebagai pelaku usaha dan pemimpin berbagai organisasi perempuan.
Latar belakangnya sebagai pengusaha telah terbentuk jauh sebelum memasuki dunia politik. Ia mengembangkan usaha di bidang kerajinan, khususnya tenun, gerabah, anyaman, dan ukiran khas Lombok. Melalui usaha yang dirintisnya, Baiq Diyah juga aktif membina para perajin lokal, terutama perempuan, agar mampu meningkatkan nilai ekonomi produk daerah sekaligus memperluas akses pasar.
Karier politik Baiq Diyah Ratu Ganefi dimulai ketika terpilih sebagai anggota DPD RI mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Pemilu 2009. Kepercayaan masyarakat kembali mengantarkannya ke Senayan pada Pemilu 2014 sehingga ia menjalankan tugas sebagai senator selama dua periode hingga 2019. Sebagai anggota DPD RI, Baiq Diyah dikenal aktif memperjuangkan kepentingan daerah, terutama terkait pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, pemberdayaan UMKM, dan perlindungan terhadap pelaku industri kerajinan lokal. Ia juga beberapa kali menyuarakan pentingnya pengelolaan kawasan wisata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat NTB.
Di luar parlemen, Baiq Diyah memiliki rekam jejak panjang dalam organisasi. Ia pernah menjabat Ketua DPD Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi NTB serta aktif di berbagai organisasi usaha, olahraga, dan pemberdayaan perempuan. Pengalaman tersebut membuatnya dikenal sebagai figur yang konsisten mendorong peningkatan kapasitas perempuan dalam bidang ekonomi dan kewirausahaan.
Pada Pilkada Kota Mataram 2020, Baiq Diyah maju sebagai calon Wakil Wali Kota Mataram berpasangan dengan Baihaqi. Meskipun belum berhasil memenangkan pemilihan, keikutsertaannya menunjukkan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui jalur politik. Hingga kini, namanya masih dikenal sebagai salah satu tokoh perempuan berpengaruh di Nusa Tenggara Barat, terutama dalam isu pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan UMKM, dan kemajuan industri kreatif daerah.
