Masnah Busro merupakan politikus asal Jambi yang dikenal sebagai perempuan pertama yang berhasil terpilih sebagai bupati melalui pemilihan langsung di Provinsi Jambi. Namanya mulai dikenal luas setelah memenangkan Pilkada Muaro Jambi 2017 dan menjabat sebagai Bupati Muaro Jambi periode 2017–2022. Kiprahnya tersebut menjadikannya salah satu tokoh perempuan yang cukup berpengaruh dalam politik lokal Jambi.
Lahir di Desa Seponjen, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, Masnah Busro tumbuh di lingkungan masyarakat Muaro Jambi yang kemudian menjadi basis utama perjalanan politiknya. Sebelum terjun ke pemerintahan daerah, ia aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, dan kepartaian. Pengalaman tersebut membentuk kemampuannya dalam membangun jaringan politik dan memahami kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.
Karier politik Masnah dimulai melalui Partai Amanat Nasional (PAN). Ia pernah menjabat Bendahara PAN Kecamatan Kumpeh dan kemudian menjadi Ketua PAN Kecamatan Kumpeh. Setelah itu, ia bergabung dengan Partai Golkar dan dipercaya sebagai Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jambi. Dalam perjalanan politiknya, Masnah beberapa kali mengikuti kontestasi politik sebelum akhirnya berhasil meraih kursi anggota DPRD Provinsi Jambi dari daerah pemilihan Muaro Jambi–Batanghari pada periode 2014–2019.
Puncak karier politiknya terjadi pada Pilkada Muaro Jambi 2017. Berpasangan dengan Bambang Bayu Suseno, ia berhasil memenangkan pemilihan dan dilantik sebagai Bupati Muaro Jambi pada 22 Mei 2017. Kemenangannya mencatat sejarah karena menjadikannya perempuan pertama yang memimpin kabupaten di Provinsi Jambi. Selama menjabat, Masnah menaruh perhatian pada pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Perbaikan jalan dan konektivitas antarwilayah menjadi salah satu fokus yang sering disampaikan dalam berbagai program pemerintahannya.
Selain dikenal sebagai kepala daerah, Masnah juga aktif membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan pelayanan publik. Gaya kepemimpinannya yang komunikatif membuatnya tetap menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam politik Muaro Jambi setelah berakhirnya masa jabatan sebagai bupati. Pada Pilkada 2024, namanya kembali muncul sebagai salah satu kandidat yang mendapatkan dukungan dari sejumlah partai politik.
