Basri merupakan politikus asal Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang dikenal sebagai Bupati Nunukan periode 2011–2016. Namanya cukup dikenal dalam politik daerah karena memiliki pengalaman memimpin salah satu wilayah perbatasan strategis Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Selama menjabat, ia banyak terlibat dalam upaya pembangunan infrastruktur, penguatan pelayanan publik, serta pengembangan kawasan perbatasan. Sebelum menjadi bupati, Basri memiliki pengalaman panjang di lingkungan pemerintahan daerah. Latar belakang birokrasi tersebut menjadi modal penting dalam memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Nunukan. Pengalamannya dalam pemerintahan membuatnya dikenal sebagai sosok yang memahami kebutuhan pembangunan daerah, terutama terkait akses layanan publik dan konektivitas wilayah.
Pada Pemilihan Kepala Daerah Nunukan 2011, Basri berhasil memenangkan kontestasi dan dilantik sebagai Bupati Nunukan bersama Asmah Gani sebagai wakil bupati. Masa kepemimpinannya berlangsung hingga 2016. Selama periode tersebut, Pemerintah Kabupaten Nunukan menjalankan berbagai program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas infrastruktur dan pelayanan masyarakat di kawasan perbatasan. Setelah tidak lagi menjabat sebagai bupati, Basri tetap aktif dalam dunia politik. Ia beberapa kali dikaitkan dengan berbagai kontestasi politik daerah dan kembali maju dalam Pilkada Nunukan. Pada 2024, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara resmi memberikan dukungan kepada Basri sebagai bakal calon Bupati Nunukan. Selain itu, ia juga memperoleh dukungan dan surat tugas politik dari sejumlah partai lain untuk membangun koalisi menjelang Pilkada.
Dalam berbagai kesempatan, Basri menegaskan pentingnya percepatan pembangunan daerah perbatasan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan ekonomi lokal. Isu-isu tersebut menjadi fokus yang kerap disampaikannya ketika kembali terlibat dalam dinamika politik daerah. Sebagai tokoh yang pernah memimpin Kabupaten Nunukan, Basri menjadi salah satu figur yang memiliki rekam jejak penting dalam perjalanan pemerintahan daerah tersebut. Pengalamannya sebagai kepala daerah dan keterlibatannya yang berkelanjutan dalam politik lokal membuat namanya tetap dikenal di Kalimantan Utara, khususnya di Kabupaten Nunukan. Kiprah politiknya cukup panjang di kabupaten ini, menjadikannya sebagai salah satu tokoh penting di provinsi baru.
