Prabowo Subianto

You are here:
Illiza Sa’aduddin Djamal

Illiza Sa’aduddin Djamal (lahir di Banda Aceh, 31 Desember 1973) adalah seorang politikus senior Aceh yang kembali menjabat sebagai Wali Kota Banda Aceh untuk periode 2025–2030 bersama wakil Afdhal Khalilullah. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Wali Kota Banda Aceh (2014–2017) dan memiliki pengalaman panjang di legislatif serta pemerintahan kota.

Illiza adalah figur yang bersemangat untuk membangun kolaborasi. Dalam pidato pelantikan 12 Februari 2025, ia menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dan generasi muda dalam mewujudkan visi “Banda Aceh Kota Kolaborasi.” Ia juga menyampaikan dukungan penuh terhadap program pendidikan dan ekonomi kreatif, termasuk kerja sama dengan Universitas Islam Indonesia untuk beasiswa Hafidz Qur’an dan pengembangan industri parfum berbasis minyak lokal.

Sebagai pemimpin wanita di kota yang sangat kental dengan nilai tradisi dan syariat Islam, Illiza telah menunjukkan ketabahan dan kepemimpinan yang tegas. Ia dipandang sebagai simbol kesetaraan gender di pemerintahan daerah Aceh.

Visi

Beberapa poin utama visi-misi Illiza dalam kepemimpinan 2025–2030:

  • Mewujudkan Banda Aceh Kota Kolaborasi, melalui sinergi pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha.

  • Kolaborasi pendidikan dan ekonomi kreatif, termasuk program beasiswa Hafidz Qur’an dan pengembangan parfum lokal berbasis minyak nilam Aceh.

  • Penguatan birokrasi yang melayani dan bersih (etika pemerintahan & kolaborasi lintas sektor).

  • Meningkatkan layanan dasar publik: pendidikan, kesehatan, kebersihan kota, dan dukungan kepada UMKM lokal sebagai bagian dari pembangunan ekonomi inklusif.

Misi

  1. Meningkatkan kualitas pelayanan dasar (pendidikan, kesehatan, infrastruktur) untuk memenuhi kebutuhan warga kota.

  2. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, inovatif, responsif, dan bersih.

  3. Memperkuat kemitraan pembangunan melalui kolaborasi semua pihak — pemerintah, masyarakat, akademisi, dan sektor swasta — untuk meningkatkan daya saing daerah.

  4. Memanfaatkan potensi sumber daya lokal Aceh (budaya, lingkungan, ekonomi) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan kota.

  5. Meningkatkan nilai-nilai agama dan budaya dalam kehidupan masyarakat, menjadikan budaya Islami dan kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan kota.

  6. Memberdayakan generasi muda Aceh dan mengembangkan olahraga sebagai sarana inklusi dan penguatan karakter.

  7. Menjaga kelestarian lingkungan hidup kota Banda Aceh agar pembangunan tetap berkelanjutan dan ramah iklim.

Riwayat Pendidikan

  • Sekolah Dasar Banda Aceh – NAD (1985)
  • Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Jakarta (1988)
  • Sekolah Menengah Atas Bandung (1991)
  • Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (S1) (2009)

Riwayat Jabatan

  • Anggota DPRD Kota Banda Aceh (2004 s/d 2006)
  • Wakil Wali Kota Banda Aceh (19 Februari 2007 s/d 19 Februari 2012)
  • Wakil Wali Kota Banda Aceh (4 Juli 2012 s/d 17 Februari 2014)
  • Plh. Wali Kota Banda Aceh (17 Februari 2014 s/d 16 Juni 2014)
  • Wali Kota Banda Aceh (16 Juni 2014 s/d 7 Juli 2017)
  • Staf Khusus Wakil Gubernur Aceh (2017 s/d 2019)
  • Anggota DPR-RI Dapil Aceh I (1 Oktober 2019 s/d 1 Oktober 2024)
  • Wali Kota Banda Aceh (12 Februari 2025 s/d )