Syahrul Yasin Limpo (lahir di Makassar, 16 Maret 1955) adalah seorang politikus Indonesia yang telah membangun karier panjang dari pemerintahan daerah hingga level nasional. Ia memulai perjalanan politiknya sebagai Bupati Gowa, Sulawesi Selatan (1994–2002), kemudian menjadi Wakil Gubernur (2003–2008) dan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode (2008–2018).
Pada 23 Oktober 2019 ia diangkat sebagai Menteri Pertanian Republik Indonesia, di mana ia fokus pada program ketahanan pangan nasional, modernisasi sektor pertanian, serta peningkatan kapasitas petani dan produksi komoditas strategis.
Namun, masa jabatannya di Kementerian Pertanian juga diwarnai kontroversi. Pada September 2023, ia ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi, pemerasan dan gratifikasi yang melibatkan lebih dari Rp 44 miliar dari pejabat di Kementerian Pertanian.
Majelis hakim kemudian memvonis Syahrul Yasin Limpo dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 300 juta, serta uang pengganti sekitar Rp 14,1 miliar dan US$30 000. Hakim menilai bahwa ia telah menyalahgunakan kekuasaan dan keluarganya ikut menikmati hasil tindak pidana korupsi.
Kombinasi karier politik daerah yang kokoh, fokus pada sektor agrikultur nasional, dan dampak hukum yang signifikan menjadikan Syahrul Yasin Limpo sebagai salah satu figur penting sekaligus penuh kontroversi dalam politik dan pemerintahan Indonesia.
