Meutya Viada Hafid (lahir 3 Mei 1978 di Bandung, Jawa Barat) adalah seorang politikus, akademisi, dan mantan jurnalis Indonesia yang kini menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dalam Kabinet Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka periode 2024–2029. Ia merupakan salah satu figur perempuan muda yang memiliki pengaruh kuat di dunia politik Indonesia, khususnya dalam isu kebebasan pers, transformasi digital, dan keamanan siber nasional.
Sebelum memasuki dunia politik, Meutya dikenal luas sebagai jurnalis andal di Metro TV. Ia pernah meliput berbagai konflik dan peristiwa besar, seperti tsunami Aceh dan perang Irak, di mana ia sempat disandera pada tahun 2005. Pengalaman tersebut menginspirasi dirinya untuk menulis buku dan memperjuangkan kebebasan pers di Indonesia.
Karier politik Meutya dimulai setelah ia bergabung dengan Partai Golongan Karya (Golkar) pada tahun 2008. Ia terpilih sebagai anggota DPR RI sejak 2009 dan menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR RI periode 2019–2024, membidangi pertahanan, luar negeri, dan komunikasi. Dalam kapasitas tersebut, ia memainkan peran penting dalam mendorong regulasi perlindungan data pribadi serta penguatan diplomasi digital Indonesia.
Sebagai Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya fokus pada pengembangan ekosistem digital yang aman, inklusif, dan produktif, serta mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Ia juga menekankan pentingnya literasi digital di tengah tantangan disinformasi dan keamanan siber. Meutya dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang komunikatif, cerdas, dan berorientasi hasil.
